Panduan Wisata Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Posted on
wisata sam poo kong
foto: @kazuya_abstrax

Berwisata ke Semarang Kamu wajib mengunjungi Kelenteng Sam Poo Kong Semarang. Kelenteng ini adalah salah satu destinasi wisata di Semarang yang sangat unik. Meskipun kini dipakai sebagai tempat peribadatan masyarakat Kong Hu Cu, kelenteng ini menyimpan jejak sejarah Muslim, lo. Kok bisa, ya?

Sejarah Sam Poo Kong Semarang

Kelenteng Sam Poo Kong Semarang adalah tempat persinggahan pertama Laksmana Zheng He atau yang lebih dikenal dengan nama Cheng Ho. Kelenteng ini juga memiliki nama lain yaitu Kelenteng Gedung Batu. Disebut dengan Gedung Batu karena bentuknya seperti gua batu besar dan terletak di bukit batu.

Dahulu, Laksmana Cheng Ho melakukan ekspedisi dan merapat ke Semarang untuk beristirahat. Karena salah seorang awak kapalnya sakit, Laksamana Cheng Ho, memutuskan untuk tinggal lebih lama di sana. Laksamana Cheng Ho memang dinilai memiliki rasa empati yang sangat tinggi.

Laksamana Cheng Ho juga memiliki rasa kepedulian yang sangat tinggi. Hal tersebut terbukti dengan dibangunnya tempat-tempat peribadatan untuk berbagai keyakinan di daerah tersebut.

Jejak Sejarah Muslim di Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Seperti yang banyak orang ketahui, Laksamana Cheng Ho adalah salah satu laksamana muslim terkenal dari China. Beliau lahir di Yunnan pada tahun 1371 dan merupakan keturunan Suku Hui yang beragama Islam. Laksamana Cheng Ho mulai berlayar ke berbagai penjuru dunia atas perintah Kaisar Yong Le pada Tahun 1405.

Pada tahun 1410 dan 1416, Laksmana Cheng Ho mendarat di pantai Simongan, Semarang. Di sana, beliau sholat di gua dan kemudian gua tersebut dibangun menjadi sebuah masjid. Selain itu, beliau juga membangun beberapa masjid dan musholla di tempat lain. Masjid di gua tersebut kini berubah fungsi menjadi kelenteng.

Berubahnya fungsi masjid menjadi kelenteng di Sam Poo Kong ini adalah satu hal yang wajar. Hal tersebut dapat terjadi karena masyarakat Kong Hu Cu menganggap orang telah meninggal dapat memberikan pertolongan pada mereka. Hingga dilakukan pemujaan-pemujaan terhadap Laknsmana Cheng Ho oleh mereka.

Salah satu jejak keislaman Laksmana Cheng Ho di Sam Poo Kong Semarang adalah tanda yang menunjukkan bekas petilasan. Tanda tersebut berbunyi, “Marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al-Quran”. Laksmana Cheng Ho juga merupakan salah satu laksmana yang mendukung berdirinya Kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Setelah Laksmana Cheng Ho meninggalkan Semarang, banyak awak kapalnya yang menetap di sana dan menikah dengan penduduk setempat. Mereka bercocok tanam serta menyebarkan agama Islam di sekitar pantai tersebut.

Baca juga: Tempat Wisata di Semarang 2018 yang Sayang Untuk Dilewatkan

Bangunan dan Bagian-Bagian Sam Poo Kong Semarang

Sebelum dibangun megah seperti saat ini, Kelenteng Sam Poo Kong Semarang merupakan sebuah gua. Gua tersebut tertutup longsor pada tahun 1700-an. Untuk menghormati Laksmana Cheng Ho, masyarakat membangun kembali tempat peribadatan di sana.

Seperti kebanyakan kelenteng, Sam Poo Kong Semarang juga didominasi oleh warna merah dan kuning. Lampion-lampion merah juga di pasang di dalam dan di pohon-pohon sepanjang jalan menuju kelenteng. Di halaman depan kelenteng ini, terdapat patung Laksmana Cheng Ho yang besar dan berdiri dengan gagah.

harga tiket masuk sam poo kong
foto: @alvinmaula_na

Kelenteng-kelenteng di Sam Poo Kong merupakan bangunan tunggal yang memiliki atap susun. Bangunan ini memiliki serambi yang terpisah. Hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kelenteng ini dulunya adalah sebuah masjid.

Di dalam goa, terdapat Patung Cheng Ho yang berlapis emas. Di sini, masyarakat Kong Hu Cu melakukan sembahyang dan memohon restu untuk keselamatan, kesehatan, dan rezeki mereka. Di dinding gua tersebut juga diukir relief-relief yang menceritakan perjalanan Laksmana Cheng Ho dari China hingga ke pulau Jawa.

Selain gua utama, terdapat dua kelenteng lain yang digunakan sesuai dengan peruntukannya. Kelenteng tersebut adalah kelenteng Thao Tee Kong yang merupakan tempat pemujaan Dewa Bumi. Di sana, juga terdapat makam juru mudi kapal yang dinamakan Kyai Juru Mudi.

Tempat pmujaan lainnya adalah Pemujaan Kyai Jangkar. Di sini, tersimpan tersimpan jangkar asli kapal yang digunakan Laksamana Cheng Ho. Selain itu, tempat ini juga digunakan sebagai tempat sembahyang arwah Ho Ping. Sembahyang ini bertujuan untuk mendoakan orang yang tidak memiliki keluarga agar mendapatkan tempat di alam baka.

Kemudian, terdapat tempat pemujaan Kyai Cundrik Bumi. Dahulu, tempat ini adalah tempat penyimpanan berbagai macam senjata yang digunakan Laksmana Cheng Ho. Di sini juga terdapat tempat pemujaan Kyai dan Nyai Tumpeng yang dulunya adalah tempat penyimpanan makanan Laksmana Cheng Ho.

Baca Juga: Harga Tiket Masuk Eling Bening Semarang 2018 Lengkap Dengan Rutenya

Letak Sam Poo Kong Semarang

Siapa yang penasaran dengan letak Kelenteng Sam Poo Kong? Sam Poo Kong Semarang dimana, ya? Nah, bagi kamu yang ingin berwisata ke Sam Poo Kong Semarang, tidak perlu khawatir nyasar. Akses menuju ke sana sangat mudah sekali. Apabila kamu memulai perjalanan dari Simpang Lima Semarang, kamu cukup melajukan kendaraanmu ke arah RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah itu, belok kiri. Objek wisata ini terletak di kiri jalan setelah jembatan.

Klenteng Sam Poo Kong terletak di kompleks dengan arsitektur khas Tionghoa dan Jawa Tradisional. Alamat Sam Poo Kong Semarang adalah di Jalan Simongan Raya Nomor 129 Bongsari, Semarang, Jawa Tengah.

Jam Buka Sam Poo Kong Semarang:

  • Pukul 06.00 hingga pukul 23.00 WIB.

Tiket masuk Sam Poo Kong:

  • 5.000 hingga 15.000 saja.

Karena Kelenteng Sam Poo Kong merupakan tempat beribadah, tidak semua orang dapat masuk mendekati kuil-kuil yang ada. Bangunan kuil diberi pagar dan dijaga oleh petugas keamanan. Hanya masyarakat yang bermaksud untuk sembahyang yang boleh mendekat. Bagi kamu yang hanya ingin berwisata, kamu bisa melihat dari balik pagar.

Sejak renovasi tahun 2000 hingga 2005, Sam Poo Kong Semarang menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke sana. Hal itu disebabkan oleh banyaknya atraksi dan pertunjukan-pertunjukan yang diadakan di sana. Atraksi-atraksi tersebut seperti barongsai, tarian, atau pertunjukan kesenian lainnya.

Apabila kamu ingin menikmati lebih banyak pertunjukan lagi, datanglah pada hari-hari besar agama Budha atau Kong Hu Cu. Perayaan-perayaan tersebut juga sangat cocok bagi kamu yang suka mengabadikan momen-momen seru melalui foto. Kamu juga dapat berfoto dengan menyewa pakaian khas China dengan harga 70.000 saja, lho. Seru, kan?

Selain penduduk Indonesia, banyak penduduk China yang beragama Islam berkunjung kemari, lho. Mereka tertarik dengan jejak Laksmana Cheng Ho dalam menyebarkan agama Islam di dunia. Hal tersebut tidak perlu diherankan mengingat Laksmana Cheng Ho adalah seorang muslim.

Baca Juga: Tempat Wisata di Semarang 2018 yang Sayang Untuk Dilewatkan

Semoga artikel tentang sejarah dan letak Kelenteng Sam Poo Kong Semarang, dapat menambah referensi kamu yang ingin berwisata ke sana. Jangan lupa mampir ke Sam Poo Kong ketika berkunjung ke Semarang, ya.