Harga Tiket Masuk Istana Maimun Medan Terbaru 2018

Posted on
harga tiket masuk istana maimun
foto: @fajarrahmadsyah22

Istana Maimun dinobatkan sebagai Istana Terindah di Kota Medan. Indonesia kaya akan budaya dan peninggalan sejarah yang masih terjaga dengan baik hingga hari ini termasuk salah satunya yakni Istana Maimun di Medan. Selain arsitekturnya yang menawan dengan campuran beragam corak budaya, Istana Maimun juga memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Jika Anda ingin berkunjung ke Istana Maimun, silahkan datang ke Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaraja, Medan.

Istana Maimun terkadang juga disebut sebagai Istana Putri Hijau yang sebelumnya merupakan istana kebesaran Kerajaan Deli. Menurut sejarahnya, istana yang didominasi dengan warna kuning ini selesai dibangun pada 25 Agustus 1888 M pada masa Sultan Makmun al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Sultan Makmun sendiri merupakan anak sulung pendiri Kota Medan, Mahmud Perkasa Alam.

Corak Arsitektur istana Maimun

Istana Maimun merupakan bangunan yang memiliki berbagai corak arsitektur seperti corak khas Timur Tengah, Spanyol, Italia, India dan ragam corak lainnya. Jika Anda datang ke sini, Anda akan melihat adanya pengaruh Eropa pada berbagai ornamen seperti lampu, meja, kursi, jendala dan bentuk pintu. Sementara itu, bentuk dari lengkung (arcade) di bagian atap merupakan pengaruh Islam yang biasa dijumpai di bangunan-bangunan Timur Tengah.

Bangunan ini terdiri dari dua lantai yang terdiri dari bangunan induk, sayap kiri dan sayap kanan. Total luas bangunan ini yakni 2.772 M2 dengan 30 rungan serta halaman seluas 4 hektar. Bangunan istana Maimun ini ditopang tiang kayu dan batu dengan tinggi bangunan sekitar 14,14 M dan banggunan ini didominasi dengan warna kuning.

Mungkin banyak yang bertanya, siapa sebenarnya arsitek yang merancang Istana Maimun ini. Dari beberapa sumber, disebutkan jika Istana Maimun ini dirancang oleh seorang Arsitek berkebangsaan Italia. Meskipun samar-samar, terdapat narasumber yang menyebutkan jika arsitek yang merancang bangunan Istana Maimun ini merupakan seorang Kapitan Belanda bernama T.H Van Erp.

Baca Juga: Tempat Wisata di Medan 2018 yang Menarik Untuk Dikunjungi

Rute Menuju istana Maimun

Seperti pribahasa yang menyebutkan ada banyak jalan menuju Roma. Begitupula ada banyak jalan menuju Istana Maimun karena berbagai rute bisa ditempuh baik dengan transportasi pribadi ataupun dengan transportasi umum. Dari Kota Medan, Anda bisa langsung menuju ke arah Jl Brigjen Katamso, jalan ini tidak jauh dari Masjid Raya Medan. Wisatawan juga bisa menempuh perjalanan menggunakan transportasi umum dengan beberapa rute seperti berikut:

  1. Dari Bandara Kualanamu, Anda bisa melanjutkan naik kereta api dari Stasiun dan naik kereta rute Bandara Kualanamu – Medan. Kemudian bisa turun di Stasiun Medan dan melanjutkan naik angkot jurusan Amplas, langsung turun di depan Istana Maimun.
  2. Jika Anda datang dari Pelabuhan Belawan, Anda bisa naik bus jurusan Amplas dan turun di terminal Amplas. Kemudian dilanjutkan dengan naik lagi angkot 64 jurusan Pinang Baris dan turun di depan Istana Maimun.
  3. 3. Rute ketiga bisa Anda tempuh jika Anda datang dari arah Jakarta yakni bisa menggunakan pesawat terbang dengan rute Jakarta – Medan, dan tentunya turun di Bandara Kualanamu. Nah, cukup mudah ditempuh kan? Silahkan mencoba.

Sejarah Istana Maimun

sejarah istana maimun
foto: @denahfauzi

Sejarah Istana Maimun dimulai dari adanya Kesultanan Deli dan sejak tahun 1946 dihuni oleh para ahli warisnya. Di istana ini sering diadakan pertunjukan seperti musik tradisional melayu atau pertunjukan-pertunjukan pesta lainnya yang digelar untuk memeriahkan pesta perkawinan. Bahkan keluarga juga sering mengadaan acara rawatib atau semacam dzikir bersama di setiap malam jum’at.

Jika Anda memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Istana Maimun, Anda masih bisa menikmati koleksi yang ada di ruang pertemuan seperti koleksi perabot atau foto-foto keluarga sultan. Benda sejarah lain yang masih bisa disaksikan yakni meriam puntung yang tentu saja memiliki historis panjang yang menjadi legenda turun temurun. Cerita ini juga akan terus berlanjut dan terus diceritakan beruang-ulang selama Istana Maimun masih eksis.

Meriam puntung ini memiliki kaitan dengan Putri Hijau yang merupakan seorang putri dari kerajaan Timur Raya. Putri Hijau ini memiliki dua saudara yakni mambang Yasid dan Mambang Khayali Suatu hari, datanglah Raja Aceh datang untuk meminang Putri Hijau, sayangnya pinangan ini ditolak karena saudaranya tersebut. Penolakan yang dilakukan oleh Putri Hijau membuat Raja Aceh marah besar dan menyerang kerajaan Timur Raya.

Ketika pihak kerajaan Aceh datang henda menculik, disituah keajaiban terjadi. Saudaranya, bambang Khayali tiba-tiba berubah menjadi meriam dan menembak pasukan Aceh hingga meriam tersebut terbagi menjadi dua. Bagian depan meriam ini ditemukan di daerah Surbakti dataran tinggi Karo Kabanjahe sedangkan sebagiannya lagi ditemukan di Labuhan Deli dan kemudian dipindahkan ke Istana Maimun.

Berbagai cerita berhaluan mistis juga banyak bermunculan dibalik kisah Istana Maimun khususnya bagian meriam ini. Karena itu, banyak yang menaburkan bung-bunga di atas meriam yang terpecah itu. Sementara itu, Sang Putri Hijau ini dibawa kakaknya yang berubah menjadi ular besar dan menyelamatkan sang putri dengan memasuki sebuah terusan Sungai Deli.

Masyarakat setempat percaya jika hingga saat ini kaka beradik tersebut masih menghuni sebuah negeri di dasar laut sekitar pulau Berhala. Selain itu, ada pula cerita tentag Putri Hijau dengan versi yang berbeda. Cerita tersebut menyebutkan jika Putri Hijau sebenarnya sempat tertangkap kemudian ditawan dan dimasukkan ke sebuah peti kaca. Peti kaca tersebut kemudian dibawa ke Aceh namun di tengah perjalanan sebelum dia diturunkan, Putri Hijau sempat memohon untuk diadakan sebuah acara.

Singkat cerita, sebelum upacara dimulai, tiba-tiba berhembus angin ribut dengan gelombang laut yang ganas. Rupanya dari gelombang tersebut muncul kakaknya dengan rupa ular besar hingga membawa sang putri ke perairan Pulau Berhala.

Baca Juga: 16 Tempat Wisata di Padang Yang Wajib Anda Kunjungi

Tiket Masuk Istana Maimun Medan

Istana Maimun ramai dikunjungi tidak saja karena kaya muatan sejarah dan pesona arsitekturnya, tetapi juga harga tiket yang ditawarkan. Untuk dapat melihat peninggalan-peninggalan yang ada di dalamnya, anda hanya cukup mengeluarkan uang Rp 5000 saja. Istana Maimun adalah tempat yang asyik untuk dijadikan tempat foto untuk dipajang di sosial media kalian.

Yang menjadi catatan adalah karena istana ini bukanlah sembarang tempat wisata dan merupakan tempat kehormatan, sehingga untuk jam operasionalnya pun sedikit terbatas. Untuk hari Senin-Minggu, Anda bisa berkunjung pada pukul 08.0 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Kemudian dibuka kembali pukul 13.00-17.00 WIB. Khusus untuk pertunjukan musik bisa dinikmati pada hari Minggu puku 10.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB.

Asyiknya, di Istana Maimun terdapat penyedia baju adat Melayu sehingga Anda bisa mencobanya baik baju maupun aksesorisnya. Untuk harga sewa sendiri dipatok dengan harga Rp 15,000 hingga Rp 30,000 untuk satu setel pakaian lengkap. harga tersebut bisa dibilang cukup murah, dan Anda bisa merasakan bagaimana menjadi bangsawan melayu.

Jangan lupa, sebelum benar-benar datang ke Istana Maimun, sebaiknya pelajari lebih dahulu aspek-aspek historisnya, rute yang akan digunakan, dan berbagai keperluan lainnya.