Harga Tiket Masuk Candi Plaosan Terbaru 2018 dan Info Sejarahnya

Posted on
harga tiket masuk candi plaosan
foto: @rizkakhadafi

Candi Plaosan atau biasa dikenal dengan komplek plaosan adalah salah satu candi Budha yang berada di Indonesia. Candi ini hanya berjarak kurang lebih 1,5 KM dari candi Prambanan sehingga banyak dikunjungi wisatawan karena letaknya yang strategis. Candi ini dibagi menjadi dua yaitu komplek candi plaosan Lor dan candi Plaosan kidul. Candi Plaosan juga memiliki keistimewaan tersendiri dengan patahan yang halus dan rinci seperti patahan di Candi Borobudur dan candi Sambisari.

Komplek candi Plaosan ini dikelilingi oleh parit dengan bentuk persegi panjang yang berukuran 440 meter kali 270 meter. Sedangkan parit tersebut memiliki lebar parit 10 meter dengan kedalam 2,5 meter. Selain parit, terdapat pagar keliling yang berbentuk empat persegi panjang dan ukuran 460 meter kali 290 meter. Dengan adanya penemuan ini, menunjukkan bahwa Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul adalah bagian dari kompleks percandian.

Jika diperhatikan secara teliti, candi ini memiliki keistimewaan tersendiri. Meskipun candi ini merupakan komplek candi Budha, namun arsitek bangunanya memiliki campuran atau perpaduan dengan candi Hindu. Keistimewaan tersebut dilatarbelakangi oleh Rakai Pikatan dan istrinya yaitu Pramordhawardani yang berbeda agama. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah sejarah candi Plaosna yang bisa anda ketahui.

Sejarah Candi Plaosan

Latar belakang dibangunya candi plaosan dimulai ketika Rakai Pikatan  mengambil keputusnan untuk menikah dengan Pramowardani. Namun sayangnya keputusan tersebut menuai banyak keresahan dan penolakan masyarakat. Hal ini disebabkan karena perbedaan agama yang dianut oleh mereka dimana Rakai Pikatan berasal dari Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu. Sedangkan Pramordhawardani merupakan keturunan dari dinasti Syailendra yang beragama Budha.

Dalam sejarah candi plaosan tertulis, Meskipun menuai banyak penolakan, mereka tetap memutuskan untuk menikah dengan didasari oleh Cinta dan mengesampingan berbedaan agama yang mereka anut. Sebagai bukti rasa kasih sayang dan cintanya,  Rakai Pikatan membangun sebuah candi untuk sang istri. selain itu, Rakai pikatan juga memberikan kebebasan bagi sang istri untuk menganut agama yang ia pilih. Candi plaosan adalah bukti nyata bahwa kekuatan cinta menjadi alat penyatu perbedaa dan menjadi simbol toleransi umat antar agama.

Bukan hanya itu saja, pahatan relief yang dimiliki oleh candi ini dapat di samakan dengan bukti cinta antara Rakai Pikatan dengan sang istri. Dari relief candi ini menggambarkan bahwa laki-laki adalah bentuk kekaguman Pramordhawardani kepada sang suami. Kemudian relief yang menggambarkan perempuan adalah gambaran dari bentuk luapan cinta Rakai Pikatan kepada sang istri.

Kemudian cerita asmara yang teradi antara pasangan tersebut dijadikan sebagai mitos candi plaosan yang berkembang di masyarakat. Mitos yang beredar ini menyatakan bahwa setiap pasangan yang mendatangi candi plaosan tersebut, maka hubungan merka akan langgeng. Mitos ini tentunya berbanding terbalik dengan mitos candi Prambanan dimana mitos yang beredar adalah suatu hubungan kandas jika mendatangi tempat tersebut.

Baca Juga: Tempat Wisata Ungaran Jawa Tengah Terbaru dan Hits 2018

Komplek Candi Plaosan Lor

wisata candi plaosan
foto: @atika_muth

Jika berkunjung ke candi Plaosan, anda akan menemukan dua pasang arca Dwarapala yang saling berpasangan di depan pintu masuk. Untuk lebih tepatnya, satu pasang arca terletak di pintu masuk uatara dan satu pasang lainya berada di pintu selatan. Arca ini memiliki tinggi yang sama seperti manusia dengan posisi duduk dan berada diatas kaki kanan yang terlipat dan kaki kiri ditekuk. Sedangkan posisi tanganya adalah memegang dada dan kanan kiri tertumpang pada lutut kiri.

Jika berjalan lebih jauh,  dipelataran utara anda akan menemukan batu yang berbentuk persegi. Batu ini diduga adalah tempat yang digunakan untuk meletakkan sesajian yang dilakukan pada zaman dahulu. Menurut cerita yang beredar, diteras tersebut terdapat bangunan kayu yang berdiri diatas umpak batu adalah tempat arca Dhyani Budha. Dipelataran ini juga terdapat enam stupa besar. Anda juga masih bisa menemukan stupa dengan bentuk ukuran yang lebih kecil yang berada di selatan komplek candi plaosan lor.

Pada komplek candi plaosan lor ini anda juga akan menemukan dua bangunan candi utama yang dibangun bertingkat dua. Kedua bangunan ini menghadap ke arah  barat dan masing-masing dikelilingi dengan pagar batu. Sedagkan pagar ataupun dinding ini memagari candi utama yang dikelilingi oleh candi perwara yang berjumlah 174. Dari jumlah tersebut terdiri atas 58 candi kecil dan 116 bangunan dengan bentuk stupa.

Pada bagian sisi barat pagar batu tersebut terdapat sebuah bangunan gapura paduraksa.  Setiap atap dari gapura tersebut dihiasi dengan deretan mahkota kecil dan puncak atap gapura yang berbentuk persegi dengan mahkota kecil yang berada diatasnya. Bangunan atau candi utama pada bagian ini adalah 60 cm tanpa disertai dengan salasar yang mengelilingi tubuhnya, tangga yang disediakan untuk menghias pintu tersebut adalah kepala naga yang ada dipangkalnya.

Sedangka untuk ruang tengah, anda akan menemukan arca budha yang ditata berderet menghadap kearah pintu. Selain itu pada bagian dinding kanan dan kiri terdapat pula relung untuk meletakkan alat penerangan. Relung ini juga terletak diantara relung Kuwara dan hariti. Untuk mengjangkau ruangan sebelah,  bangunan ini memiliki pintu masuk pertama.

Candi Plaosan Kidul

Komplek Candi plaosan kidul ini ditemukan oleh seorang aerkeolog Belanda pada tahun 1909. Arkeolog tersebut menemukan 16 candi yang pada saat itu dalam keadaan rusak. Hingga saat ini candi utamanya sudah menjadi reruntuhan dan hanya candi perwara saja yang masih utuh. Komplek candi ini juga tetap menjajakan berbagai perangkat khas klaten yang suatu saat nanti saya rindukan.

Tiket Candi Plaosan

Jika anda ingin berwisata dengan harga yang murah, anda bisa mengunjungi komplek wisata candi plaosan. Selain tempatnya yang penuh dengan sejarah, harga tiket candi plaosan juga terjangkau sehingga dapat menghemat biaya berlibur anda. Saat ini minat masyarakat terhadap tempat-tempat bersejarah memang sudah menurun, sehingga masyarakat lebih memilih berllibur ditempat modern dengan harga yang mahal pula. Padahal berkunjung ke tempat bersejarah dapat menambah pengetahuan kita terhadap sejarah, asal-usul dan lain sebagainya. Oleh karenanya, butuh kesadaran yang lebih untuk tetap mempertahankan budaya lokal kita.

Rute Candi Plaosan

Bagi anda yang ingin mengunjungi candi bersejarah ini, anda abisa berkunjug  ke jalan Candi Plaosan, kecamanatan prambanan kabupaten Klaten. Rute candi plaosan juga sangat mudah dijangkau sehingga dapat dijangkau dengan berbagai kendaraan. Destinasi ini dapat anda kunjungi setiap hari dari jam 06.00 pagi hingga 17.00 sore. Bahkan anda juga bisa menikmati keindahan matahari tenggelam dari candi yang terkenal dengan romantis ini.

Baca Juga: Tempat Wisata Di Kudus Jawa Tengah 2018 Terbaru Yang Wajib Anda Kunjungi

Nah beberapa hal diatas merupakan sejarah, mitos dan berbagai informasi tentang candi plasosan. Semoga dengan informasi tersebut dapat bermanfat bagi pembaca yang membutuhkaan. Bagi anda yang berkunjung ke prambanan dan sekitarnya, jangan lupa untuk mengunjungi candi plaosan juga. Semoga bermanfaat.